Beredarnya daftar susu yang tercemar Bakteri Entrobacter sakazakii dengan menyebutkan produk, cukup membuat saya terkaget-kaget. Mengapa demikian sebab badan resmi yang seharusnya mengeluarkan pengumuman tentang hal tersebut yaitu BPOM hingga saat ini masih melakukan pemeriksaan. Hingga tanggal 15 Maret 2008, BPOM telah memeriksa 38 sample yang dinyatakan bebas bakteri tersebut dari sekitar 98 sample, sisanya saat ini sedang dalam pemeriksaan laboratorium. Waktu untuk pemeriksaan ini diperkirakan akan memakan waktu sekitar satu bulan.
Jadi daftar yang beredar saat ini seperti yang dirilis oleh beberapa blog yang “katanya” bersumber dari “peneliti IPB’ dengan menyebutkan merek susu itu, harus kita waspadai jangan sampai ini termasuk strategi “perang dagang” dan kita masuk didalamnya sebagai katalisator. Sehingga merek susu yang dimaksud (sebagian besar dalam negeri) akan kehilangan pangsa pasar. Hal ini sangat berbahaya karena akan mengakibatkan dampak sosial dan kerugian yang cukup besar bagi perusahaan yang dimaksud. Sementara penelitian tersebut baru diambil dari satu penelitian, sedangkan belum ada pembanding yang menyatakan hal yang sama untuk kasus yang sama. Jika memang terbukti benar daftar yang beredar di Blog tersebut dan telah diumumkan oleh BPOM, maka pemerintah sebaiknya mengambil langkah tegas terhadap produsen yang dimaksud.
Memang saya sendiri melihat kelemahan BPOM adalah mereka tidak segera mengumumkan hasil uji laboratorium mereka sebelumnya sesuai periode jangka waktu pemeriksaan atau mengapa reaksinya terhadap kasus ini begitu lambat. Hal ini bisa saja dimanfaatkan oleh para produsen susu formula bayi untuk saling menjatuhkan pesaing mereka, yang jadi korban juga akhirnya adalah para produsen itu sendiri dan konsumen yang bingung menunggu ekspose hasil pemeriksaan BPOM.
Blog ini sendiri belum menampilkan daftar susu formula bayi yang tercemar oleh bakteri sakazakii, walaupun ada mendapatkan info via email atau sms bahkan lewat komentar di blog ini. Hal ini demi menjaga agar konsumen tidak lebih panik, dan menghindari berita yang simpang siur. Kami akan menunggu kabar resmi dari BPOM sebagai pembanding data dari IPB. Sebaiknya ibu-ibu yang memiliki bayi mulai memikirkan untuk kembali ke ASI, sambil menunggu pengumuman daftar susu yang tercemar Enterobackter sakazakii.
Berita Terkait :
ANTARA News
Tempointeraktif
BANTAHAN DR. SRI ESTUNINGSIH peneliti susu formula bayi tercemar bakteri sakazakii dari IPB
sumber :
DIarsipkan di bawah: Berita